Banyak anak tumbuh dengan pertanyaan yang sama: mengapa dirinya belum terlihat menonjol, sementara orang lain sudah memiliki prestasi sejak usia dini. Pertanyaan ini sering muncul bukan karena anak kurang berusaha, melainkan karena lingkungan kerap memberi kesan bahwa kemampuan harus cepat terlihat. Seolah-olah potensi yang tidak muncul sejak awal berarti tertinggal.
Padahal, tidak semua potensi bekerja dengan ritme yang sama. Ada kemampuan yang tampak sejak kecil, tetapi ada pula yang baru berkembang setelah seseorang cukup mengenal dirinya sendiri. Proses tumbuh setiap individu dipengaruhi oleh banyak hal pengalaman, kesempatan, rasa aman, dan waktu untuk mencoba tanpa tekanan.
Ketika perkembangan diperlakukan sebagai perlombaan, anak mudah merasa tertinggal. Perbandingan yang terus-menerus dapat mengaburkan satu hal penting: bahwa proses mengenal diri adalah bagian dari pembentukan potensi itu sendiri. Bakat tidak selalu muncul dalam bentuk prestasi yang langsung terlihat, melainkan sering kali berawal dari ketertarikan, rasa ingin tahu, dan proses mencoba yang berulang.
Dalam banyak kasus, potensi yang muncul lebih lambat justru tumbuh lebih kuat. Ia berakar pada proses, bukan pada tuntutan. Anak yang diberi ruang untuk berkembang tanpa tekanan cenderung membangun pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang ia sukai dan mampu lakukan. Dari sanalah arah berkembang menjadi lebih jelas dan berkelanjutan.
Piwulang Becik memandang perkembangan sebagai perjalanan, bukan target kecepatan. Setiap anak memiliki waktunya sendiri untuk menemukan jalannya. Tugas lingkungan belajar bukanlah mempercepat secara paksa, melainkan menyediakan ruang yang aman agar proses mengenal diri dapat berlangsung dengan utuh.
Dengan pendekatan yang menghargai proses, anak tidak lagi dikejar untuk segera “menjadi sesuatu”, melainkan didampingi untuk bertumbuh menjadi dirinya sendiri. Karena pada akhirnya, pendidikan yang bermakna bukan tentang siapa yang paling cepat terlihat, tetapi siapa yang tumbuh dengan akar yang kuat dan pemahaman yang matang.



